Banjir - Pengertian dan Fakta-faktanya
Definisi
Banjir biasanya digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan meluapnya air dari saluran sungai ke daratan kering di daerah banjir (banjir sungai), permukaan air yang lebih tinggi dari normal di pesisir danau atau waduk (banjir pesisir), serta genangan air di atau dekat titik jatuhnya hujan (banjir bandang) (IRDR Glossary).
Fakta dan Angka
Banjir adalah bahaya alam dengan frekuensi tertinggi dan distribusi geografis terluas di seluruh dunia. Menurut Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), banjir merupakan salah satu bencana alam paling umum, meluas, dan merusak, mempengaruhi sekitar 250 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan kerugian serta kerusakan lebih dari 40 miliar dolar AS setiap tahunnya (OECD).
Banjir paling sering terjadi akibat hujan lebat ketika alur air alami tidak mampu menampung kelebihan air. Banjir juga dapat disebabkan oleh fenomena lain, terutama di wilayah pesisir, seperti gelombang badai yang terkait dengan siklon tropis, tsunami, atau pasang tinggi. Kegagalan bendungan akibat gempa bumi, misalnya, juga dapat menyebabkan banjir di area hilir, bahkan saat cuaca kering.
Berbagai proses iklim dan non-iklim dapat menyebabkan jenis banjir yang berbeda: banjir sungai, banjir bandang, banjir perkotaan, banjir danau glasial, dan banjir pesisir.
Besarnya banjir bergantung pada intensitas curah hujan, volume, waktu, dan fase, termasuk kondisi awal sungai dan daerah aliran sungai (beku atau tidak, kelembapan tanah jenuh atau tidak) dan statusnya. Parameter klimatologis yang kemungkinan terpengaruh oleh perubahan iklim meliputi curah hujan, badai angin, gelombang badai, dan kenaikan permukaan laut (UNDRR).
Ketika air banjir surut, area terdampak sering tertutup lumpur dan endapan. Air dan lanskap dapat terkontaminasi bahan berbahaya seperti puing tajam, pestisida, bahan bakar, dan limbah mentah. Pertumbuhan jamur berbahaya dapat dengan cepat menguasai struktur yang terendam air. Penduduk di area terdampak dapat kehilangan akses listrik dan air bersih, yang berpotensi memicu wabah penyakit bawaan air yang mematikan seperti tifoid, hepatitis A, dan kolera (UNDRR).
Bagian artikel ini awalnya diterbitkan oleh United Nations Office for Outer Space Affairs di UN-SPIDER Knowledge Portal:, yang bisa diakses melalui tautan berikut: https://www.un-spider.org/category/disaster-type/flood
-------------------------------
Jenis-jenis Banjir
Banjir MH0608
Banjir Es dengan Puing (Ice-Jam Flood)
Banjir es dengan puing didefinisikan sebagai akumulasi shuga (gumpalan es putih berbentuk spons) termasuk bongkahan es (ice cakes) di bawah lapisan es. Ini adalah pecahan-pecahan es di sungai yang menyebabkan penyempitan alur sungai, kenaikan permukaan air, dan banjir lokal (WMO, 2012).
Shuga didefinisikan sebagai akumulasi gumpalan es putih berbentuk spons berukuran beberapa sentimeter, yang terbentuk dari es berminyak (grease ice) atau salju basah (slush), dan terkadang dari es jangkar (anchor ice) yang naik ke permukaan (WMO, 2012).
Banjir MH0609
Banjir Genangan (Ponding Flood)
Banjir genangan adalah banjir yang terjadi akibat air hujan menggenang di atau dekat titik jatuhnya karena hujan turun lebih cepat daripada kemampuan sistem drainase (alami atau buatan) untuk mengalirkannya (WMO, 2006).
Banjir MH0610
Banjir Salju Cair (Snowmelt Flood)
Banjir cairan salju adalah kenaikan signifikan permukaan air sungai yang disebabkan oleh mencairnya timbunan salju yang terakumulasi selama musim dingin (WMO, 2012).
Banjir MH0606
Banjir Permukaan (Surface Water Flooding)
Banjir air permukaan adalah bagian dari air hujan yang tetap berada di permukaan tanah saat hujan turun dan kemudian mengalir atau meresap setelah hujan berhenti, tidak termasuk genangan yang tertahan di cekungan (WMO, 2012).
Banjir MH0607
Banjir Danau Glasial (Glacial Lake Outburst Flood)
Banjir danau glasial adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pelepasan mendadak sejumlah besar air yang tertahan di danau glasial, tanpa memandang penyebabnya (Emmer, 2017).
Banjir MH0602
Banjir Estuari/Pesisir (Estuarine Flooding)
Banjir estuari adalah banjir di wilayah pesisir yang disebabkan oleh gelombang badai dan angin kencang yang bertepatan dengan pasang tinggi, sehingga menghambat aliran sungai ke laut. Dalam beberapa kasus tertentu, banjir estuari dapat disebabkan oleh tsunami (WMO, 2011).
Banjir MH0603
Banjir Bandang (Flash Flood)
Banjir bandang adalah banjir berdurasi singkat dengan debit puncak yang relatif tinggi (WMO, 2021).
Banjir MH0604
Banjir Fluvial/Sungai (Fluvial Flooding)
Banjir fluvial adalah luapan air yang melampaui batas normal saluran air atau badan air lainnya (WMO, 2012).
Banjir MH0605
Banjir Air Tanah (Groundwater Flooding)
Banjir air tanah adalah munculnya air tanah ke permukaan tanah jauh dari saluran sungai abadi atau naiknya air tanah ke dalam tanah buatan, dalam kondisi di mana kisaran normal ketinggian dan aliran air tanah terlampaui (BGS, 2010).
Bagian artikel ini awalnya diterbitkan oleh United Nations Office for Disaster Risk Reduction, yang bisa diakses melalui tautan berikut: https://www.undrr.org/hips-cluster/flood