Siaran Pers

UNFPA Bermitra dengan Guardian Girls Indonesia dan Japan Foundation dalam Southeast Asia Women Citizen Dialogue untuk Mengakhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Perempuan

19 Mei 2026

Jakarta, 19 Mei 2026

Instruktur perempuan memimpin sesi demonstrasi perlindungan diri Ju-Jitsu untuk membekali perempuan dengan keterampilan fisik dan psikologis.
Caption: Instruktur perempuan memimpin sesi demonstrasi perlindungan diri Ju-Jitsu untuk membekali perempuan dengan keterampilan fisik dan psikologis.
Photo: © UNFPA Indonesia/Itsnain G. Bagus

UNFPA dengan bangga turut menyelenggarakan Southeast Asia Women Citizen Dialogue Indonesia (SEA-WCD Indonesia), sebuah forum penting yang didedikasikan untuk mempercepat aksi regional mengenai kesetaraan gender, kepemimpinan perempuan, serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan. Diselenggarakan melalui kemitraan dengan Guardian Girls International (GGI), Guardian Girls Indonesia, dan The Japan Foundation Indonesia, acara ini memposisikan Indonesia sebagai negara anggota ASEAN pertama yang menjadi tuan rumah dialog regional ini.

"Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pemimpin regional dan global dalam memajukan pemberdayaan perempuan melalui olahraga, budaya, dan aksi komunitas. Melalui kemitraan di seluruh Asia Tenggara, kami berharap dapat menciptakan komunitas yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi perempuan dan anak perempuan,” ujar Shin Koyamada, Co-Founder dan Sekretaris Jenderal GGI.

Dialog ini merupakan pendekatan inovatif untuk menjembatani kesenjangan antara kebijakan dan praktik, menyoroti pemberdayaan berbasis olahraga sebagai alat yang kuat untuk perubahan. Inisiatif ini membekali perempuan dan anak perempuan dengan keterampilan fisik dan psikologis untuk perlindungan diri, kepercayaan diri, kepemimpinan, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Perwakilan dari pemerintah, organisasi internasional, dan masyarakat sipil berfoto bersama menegaskan komitmen untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di seluruh Asia Tenggara.
Caption: Perwakilan dari pemerintah, organisasi internasional, dan masyarakat sipil berfoto bersama menegaskan komitmen untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di seluruh Asia Tenggara.
Photo: © UNFPA Indonesia/Itsnain G. Bagus

"Memajukan kesehatan seksual dan reproduksi, serta mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan adalah inti dari mandat UNFPA. Ketika perempuan dan anak perempuan aman, percaya diri, dan berdaya, maka seluruh komunitas ikut berkembang," kata Hassan Mohtashami, Kepala Perwakilan UNFPA di Indonesia. "Mari kita jadikan dialog hari ini untuk menginspirasi perubahan yang dapat ditindaklanjuti di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara."

Meskipun ada kemajuan signifikan, kekerasan terhadap perempuan tetap menjadi salah satu pelanggaran hak asasi manusia yang paling meluas di dunia. Di Indonesia, sekitar satu dari empat perempuan usia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual sepanjang hidupnya, menurut Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024. Realitas ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk mencapai komitmen global UNFPA yang dikenal sebagai Transformative Results (Hasil Transformatif): mengakhiri kematian ibu yang dapat dicegah; mengakhiri kebutuhan Keluarga Berencana yang tidak terpenuhi; beradaptasi dengan perubahan demografis; dan mengakhiri kekerasan berbasis gender serta praktik-praktik berbahaya terhadap perempuan dan anak perempuan.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan memberikan sambutan dalam forum Southeast Asia Women Citizen Dialogue Indonesia (SEA-WCD Indonesia) guna mempercepat aksi regional mengenai kesetaraan gender.
Caption: Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan memberikan sambutan dalam forum Southeast Asia Women Citizen Dialogue Indonesia (SEA-WCD Indonesia) guna mempercepat aksi regional mengenai kesetaraan gender.
Photo: © UNFPA Indonesia/Itsnain G. Bagus

Forum ini mempertemukan para pemimpin dari pemerintah, organisasi internasional, federasi olahraga nasional, dan masyarakat sipil untuk membahas tema "Dari Kebijakan ke Implementasi: Memajukan Kesetaraan Gender dan Keamanan Perempuan melalui Komunitas dan Olahraga di Asia Tenggara."

“Jepang sangat menghargai kerja sama internasional yang mendorong saling pengertian, inklusi, dan pemberdayaan perempuan dan anak perempuan. Kami senang mendukung inisiatif yang memperkuat dialog regional dan hubungan antar masyarakat di seluruh Asia Tenggara,” kata Myochin MitsuruChargé d’Affaires Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.

Acara yang diadakan di The Japan Foundation ini juga menampilkan seminar berbasis olahraga Guardian Girls—Karate, Ju-Jitsu, Pencak Silat, Vovinam, Judo, dan Aikido—yang dipimpin oleh instruktur perempuan bersertifikat, yang bertujuan untuk memperluas keterampilan perlindungan diri dan keterlibatan komunitas di seluruh negeri.

Direktur Jendral The Japan Foundation Indonesia, Inami Kazumi, menyampaikan pidato dukungannya terhadap pemberdayaan perempuan dan anak perempuan melalui dialog dan keterlibatan masyarakat.
Caption: Direktur Jendral The Japan Foundation Indonesia, Inami Kazumi, menyampaikan pidato dukungannya terhadap pemberdayaan perempuan dan anak perempuan melalui dialog dan keterlibatan masyarakat.
Photo: © UNFPA Indonesia/Itsnain G. Bagus

“Japan Foundation merasa terhormat bisa mendukung platform regional penting ini yang menyatukan para pemimpin dari berbagai sektor melalui dialog, budaya, dan keterlibatan masyarakat. Kami berharap inisiatif ini akan menginspirasi kolaborasi berkelanjutan dan dampak sosial positif di seluruh Asia Tenggara,” kata Inami KazumiDirektur Jendral The Japan Foundation Indonesia.

Dengan memperkuat kapasitas kelembagaan, menutup kesenjangan, dan mengubah norma-norma sosial yang merugikan, inisiatif seperti SEA-WCD Indonesia mempercepat kemajuan menuju prioritas nasional dan komitmen global, memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal.

Suasana sesi diskusi panel yang membahas langkah-langkah inovatif dari kebijakan ke implementasi guna memajukan keamanan perempuan melalui komunitas dan olahraga.
Caption: Suasana sesi diskusi panel yang membahas langkah-langkah inovatif dari kebijakan ke implementasi guna memajukan keamanan perempuan melalui komunitas dan olahraga.
Photo: © UNFPA Indonesia/Itsnain G. Bagus
Penampilan seni bela diri Vovinam dalam acara SEA-WCD Indonesia, menyoroti pemberdayaan berbasis olahraga sebagai alat yang kuat untuk memperluas keterampilan perlindungan diri.
Caption: Penampilan seni bela diri Vovinam dalam acara SEA-WCD Indonesia, menyoroti pemberdayaan berbasis olahraga sebagai alat yang kuat untuk memperluas keterampilan perlindungan diri.
Photo: © UNFPA Indonesia/Itsnain G. Bagus

 

Tentang UNFPA Indonesia

UNFPA, Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa, bekerja untuk mewujudkan dunia di mana setiap kehamilan diinginkan, setiap persalinan berlangsung dengan aman, dan potensi setiap orang muda terpenuhi. Sejak 1972, UNFPA telah menjadi salah satu mitra terdepan Indonesia dalam kesehatan reproduksi, orang muda, kependudukan dan pembangunan, dan kesetaraan gender. UNFPA Indonesia berupaya untuk mencapai Three Transformative Results, sebuah komitmen global untuk mengakhiri kematian ibu yang bisa dicegah, kebutuhan Keluarga Berencana yang tidak terpenuhi, dan kekerasan berbasis gender dan praktik berbahaya, yang dipandu oleh International Conference on Population and Development (ICPD) tahun 1994 dan Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi indonesia.unfpa.org.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Rahmi Dian Agustino (Communications Analyst, UNFPA Indonesia): agustino@unfpa.org

GenericRahmi

Rahmi Dian Agustino

UNFPA
Programme Analyst Advocacy/Communications

Entitas PBB yang terlibat dalam kegiatan ini

UNFPA
Dana Kependudukan PBB

Tujuan yang kami dukung lewat prakarsa ini