Pesan dari Kepala Perwakilan PBB di Indonesia: Mencapai kesetaraan gender dan mengakhiri fenomena "manel"

Memajukan pencapaian kesetaraan gender-termasuk upaya untuk memperlakukan perempuan setara dalam wacana publik dan mengakhiri fenomena “manel” (all-male-panels)

Meskipun merupakan setengah dari populasi dunia, suara perempuan masih kurang terwakili, termasuk dalam dalam diskusi publik, forum, dan panel pembicara. Tingginya frekuensi dari kejadian tersebut menyebabkan fenomena ini memiliki istilah tersendiri: “manel” yang mengacu pada panel yang semuanya beranggotakan laki-laki. "Manels" tidak mewakili keragaman dan menghilangkan perspektif yang lebih holistik, inovatif dan berwawasan tentang diskusi atau topik tertentu. Selain itu, fenomena ini adalah manifestasi dari seksisme dan pengucilan, yang dapat mendorong stereotip gender laki-laki sebagai otoritas tinggi atau memiliki keahlian yang lebih baik, bahkan ketika ada perempuan yang memiliki posisi maupun keahlian setara – atau bahkan lebih berkualitas – tetapi kontribusinya terabaikan.

Seperti yang dinyatakan oleh Sekretaris-Jenderal PBB, António Guterres, “kesetaraan gender di Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah kebutuhan yang mendesak- dan merupakan prioritas pribadi. Ini adalah tanggung jawab moral dan kebutuhan”. Dalam konteks ini, dan sejalan dengan Strategi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Kesetaraan Gender, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa semua Kepala Badan PBB di Indonesia dan saya telah berkomitmen dengan tegas untuk tidak berpartisipasi sebagai pembicara/ anggota panel dalam setiap pertemuan publik, konferensi atau seminar virtual di mana tidak ada perempuan di dalam panelnya. Ini tidak termasuk perempuan sebagai moderator atau sebagai Pembawa Acara (MC), karena seringkali peran ini adalah peran fasilitator daripada memposisikan perempuan secara setara dalam wacana publik. Kami juga mengundang mitra nasional dan internasional kami di Indonesia untuk bergabung dengan kami dalam mengambil inisiatif kecil namun berjangkauan jauh ini menuju keragaman gender dan inklusi untuk pembangunan berkelanjutan.

Speech by
Author
Valerie Julliand
Resident Coordinator
RCO
Valerie Julliand
UN entities involved in this initiative
DPPA
United Nations Department of Political and Peacebuilding Affairs
FAO
Food and Agriculture Organization of the United Nations
IFAD
International Fund for Agricultural Development
ILO
International Labor Organization
IOM
International Organization for Migration
ITU
International Telecommunications Union
OCHA
United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs
OHCHR
Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights
UN Women
United Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women
UN-Habitat
United Nations Human Settlements Programme
UNAIDS
Joint United Nations Programme on HIV/AIDS
UNDP
United Nations Development Programme
UNDSS
United Nations Department of Safety and Security
UNEP
United Nations Environment Programme
UNESCO
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization
UNFPA
United Nations Population Fund
UNHCR
United Nations High Commissioner for Refugees
UNICEF
United Nations Children’s Fund
UNIDO
United Nations Industrial Development Organization
UNODC
United Nations Office on Drugs and Crime
UNOPS
United Nations Office for Project Services
WFP
World Food Programme
WHO
World Health Organization