Bapak Profesor Kyai Haji Noor Achmad, Ketua BAZNAS
Bapak Profesor Muhammad Najib, Direktur Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Republik Indonesia
Bapak Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia
Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi BSI
Bapak Profesor Heri Hermansyah, Rektor Universitas Indonesia
Bapak/Ibu Rektor Perguruan Tinggi di wilayah Jabodetabek atau yang mewakili
Izinkan saya memulai dengan menyampaikan selamat kepada BSI yang secara resmi telah bergabung dengan "Principles for Responsible Banking" dari PBB, sebagai langkah mempercepat transisi berkelanjutan demi manusia dan bumi. Dengan menjadi penandatangan PRB, BSI bergabung bersama industri perbankan global yang berkomitmen terhadap pembiayaan berkelanjutan dengan menyelaraskan strategi, kegiatan pembiayaan, dan investasi mereka untuk mendukung prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance — Lingkungan Hidup, Sosial, dan Tata Kelola). Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, dengan total aset mencapai 25 miliar dolar AS, BSI menjadi panutan bagi perbankan syariah nasional, dan dalam waktu dekat, juga akan diakui secara global.
BSI menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial dan praktik perbankan yang bertanggung jawab dapat berjalan beriringan, sejalan dengan agenda transformasi Indonesia. Investasi BSI yang berfokus pada ESG terlihat jelas. Tahun lalu, hampir seperempat dari total portofolionya, yakni senilai 4 miliar dolar AS, dialokasikan untuk pembiayaan berkelanjutan. Hal ini termasuk pembiayaan untuk energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, dan pengelolaan air limbah.
Yang tidak kalah penting, BSI juga memberdayakan pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan menciptakan lapangan kerja, sekaligus menjaga keberlanjutan usaha mereka. Saat ini, secara nasional, hanya satu dari lima UMKM yang memiliki akses terhadap pembiayaan. BSI turut mendukung upaya peningkatan rasio ini menjadi satu dari empat dalam lima tahun ke depan.
BSI juga memanfaatkan zakat korporat untuk mendanai berbagai inisiatif sosial yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), termasuk program beasiswa yang diluncurkan hari ini. Sebanyak 5.000 mahasiswa dari 10 universitas terbaik di Indonesia akan menerima manfaat dari program ini — yang memungkinkan mereka untuk dapat memaksimalkan potensi akademik mereka. Investasi terhadap masa depan generasi muda ini sejalan dengan visi Presiden dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Peran penting BSI dalam menerbitkan sukuk ESG korporat pertama di Indonesia, dengan nilai 180 juta dolar AS dan kelebihan permintaan tiga kali lipat, patut diapresiasi. Dana hasil penerbitan sukuk ini akan digunakan untuk mendukung proyek-proyek hijau dan sosial yang sesuai dengan standar internasional. BSI akan memanfaatkan sukuk tersebut untuk menyediakan pembiayaan khusus bagi UMKM demi mendorong tujuan ESG. Ini menjadi langkah krusial, karena UMKM merupakan tulang punggung perekonomian dan rantai pasok Indonesia. Transisi menuju ekonomi hijau harus dimulai dari sektor UMKM.
Dalam kondisi fiskal yang penuh tantangan, kehadiran lembaga keuangan seperti BSI sangat penting untuk menjamin keberlanjutan pembiayaan sosial dan lingkungan jangka panjang. BSI menjadi salah satu dari lima bank nasional yang bekerja sama dengan UNEP FI dalam menyusun rencana pembiayaan berkelanjutan untuk memperluas investasi berbasis ESG. Dukungan teknis dari UNEP FI membantu bank-bank ini menyempurnakan peta jalan ESG mereka, agar sejalan dengan ambisi besar Indonesia menuju transformasi hijau.
Setiap peningkatan satu persen dalam investasi ESG oleh lima bank tersebut setara dengan tambahan pembiayaan senilai 1,23 miliar dolar AS untuk pertumbuhan hijau. Ini adalah skala modal yang perlu kita buka demi keberlanjutan.
Kami, Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BSI, dan berharap semakin banyak anak muda Indonesia yang berhak menerima beasiswa dari dana zakat korporat yang BSI kelola. BSI benar-benar menghidupi semangat sebagai mitra keuangan, sosial, dan spiritual bagi masyarakat Indonesia — dengan menempatkan nilai-nilai Islam di jantung praktik keuangan mereka.
Komitmen BSI dalam mengamalkan Maqasid Syariah — yang menekankan kesejahteraan sosial, keadilan, dan pelestarian lingkungan — menunjukkan bahwa prinsip hukum dan keuangan Islam dapat menjadi panduan dalam pembangunan yang transformatif dan inklusif bagi Indonesia. Terima kasih.