Tsunami adalah peristiwa langka, namun dampaknya bisa sangat mematikan.
Gelombang ini dapat merenggut ribuan — bahkan ratusan ribu — nyawa.
Namun ada cara untuk melindungi manusia dari ancaman tersebut.
Setelah bencana dahsyat Tsunami Samudra Hindia tahun 2004, dunia memutuskan untuk berinvestasi dalam pembangunan sistem peringatan dini.
Beberapa dekade kemudian, keputusan itu terbukti menyelamatkan banyak nyawa.
Gempa besar di lepas pantai Rusia pada akhir Juli lalu memicu peringatan dini bagi jutaan orang — dari pesisir Jepang, Kepulauan Pasifik, hingga California.
Namun risiko bencana terus berkembang.
Dengan naiknya permukaan laut dan semakin banyaknya populasi yang tinggal di wilayah pesisir, sistem peringatan dini perlu terus diperkuat dan ditingkatkan.
Inilah tujuan dari inisiatif “Peringatan Dini untuk Semua (Early Warnings for All)” — sebuah upaya PBB untuk memastikan adanya sistem peringatan dini multi-bahaya yang melindungi setiap orang di dunia pada tahun 2027.
Menghormati laut berarti juga mengakui kekuatannya.
Pada peringatan Hari Kesadaran Tsunami Sedunia yang ke-10 ini, marilah kita berinvestasi dalam kesiapsiagaan — bagi setiap wilayah pesisir, dan setiap komunitas, di mana pun berada.