Rekomendasi UNESCO tentang Etika Pengembangan dan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI)
Kemajuan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) telah menciptakan banyak peluang di seluruh dunia, mulai dari mempermudah diagnosis layanan kesehatan, menghubungkan sesama manusia melalui media sosial, hingga menghemat waktu dan tenaga kerja melalui sistem otomatis.
Namun, kemajuan yang sangat pesat ini juga mendatangkan masalah etika yang serius. Hal ini terjadi karena sistem AI berpotensi membawa bias (ketidakadilan), berkontribusi pada kerusakan iklim, mengancam Hak Asasi Manusia (HAM), dan dampak negatif lainnya. Risiko-risiko terkait AI ini bahkan sudah mulai memperburuk kesenjangan yang sudah ada, sehingga makin merugikan kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini sudah terpinggirkan. (Sumber: UNESCO)
Rekomendasi tentang Etika Pengembangan dan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI)
Pada November 2021, UNESCO meluncurkan standar global pertama untuk etika AI, yaitu ‘Rekomendasi tentang Etika Pengembangan dan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan’. Panduan ini berlaku bagi seluruh 194 negara anggota UNESCO.\
Perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) dan martabat manusia menjadi landasan utama dari Rekomendasi ini. Panduan ini mendorong penguatan prinsip-prinsip dasar seperti transparansi (keterbukaan) dan keadilan, serta selalu menekankan pentingnya peran manusia dalam mengawasi sistem AI.
Rekomendasi ini tidak hanya menjadi teori di atas kertas karena dilengkapi dengan Area Tindakan Kebijakan yang sangat luas, sehingga membantu para pembuat kebijakan untuk mengubah nilai-nilai dan prinsip dasar menjadi langkah nyata di berbagai bidang, mulai dari tata kelola data, lingkungan dan ekosistem, kesetaraan gender, pendidikan dan penelitian, hingga kesehatan serta kesejahteraan sosial, maupun sektor lainnya. (Sumber: UNESCO)
Dokumen lengkap Rekomendasi UNESCO ini dapat Anda unduh di bagian bawah artikel.
Mewujudkan Rekomendasi ke dalam Tindakan
UNESCO mengembangkan dua metodologi praktis:
Metodologi Penilaian Kesiapan/Readiness Assessment Methodology (RAM)
RAM dirancang untuk membantu menilai apakah Negara-Negara Anggota telah siap untuk menerapkan Rekomendasi ini secara efektif. RAM dapat menjawab beberapa pertanyaan seperti:
- Apakah sudah ada hukum yang berlaku untuk mengatur AI?
- Apakah infrastruktur nasional mendukung aksesibilitas (keterjangkauan) teknologi AI?
Metodologi ini akan membantu Negara-Negara Anggota mengidentifikasi status kesiapan mereka sekaligus memberikan dasar bagi UNESCO untuk menyesuaikan dukungan peningkatan kapasitas yang diperlukan. Metodologi ini juga dapat digunakan untuk membantu Negara-Negara Anggota menyusun peta jalan (roadmap) menuju pengembangan dan penggunaan AI yang etis.
Penilaian Dampak Etis/Ethical Impact Assessment (EIA)
EIA adalah proses terstruktur untuk menjalankan Rekomendasi dengan cara membantu tim proyek AI, melalui kolaborasi dengan masyarakat yang terdampak, untuk mengidentifikasi dan menilai dampak yang mungkin ditimbulkan oleh suatu sistem AI. EIA dapat menjawab beberapa pertanyaan seperti:
- Siapa yang paling mungkin terkena dampak buruk dari sistem AI ini?
- Dampak apa saja yang akan terjadi?
- Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah kerugian tersebut, dan apakah sumber daya sudah dialokasikan untuk upaya pencegahan ini?
EIA memberikan kesempatan untuk mengevaluasi potensi dampak dari sebuah proyek AI serta mengidentifikasi tindakan pencegahan kerugian yang diperlukan. (Sumber: UNESDOC/UNESCO)
UNESCO bekerja sama dengan pemerintah, sektor swasta, lembaga akademik, dan organisasi masyarakat sipil untuk menerjemahkan Rekomendasi ini ke dalam kebijakan dan tindakan nyata. Strategi penerapan yang multidimensi ini mencakup unsur-unsur seperti:
- Observatorium Global tentang Etika AI (Global Observatory on the Ethics of AI): Sebuah platform digital inovatif yang berfungsi sebagai pusat informasi satu pintu untuk analisis terbaru mengenai pengembangan dan pemanfaatan AI yang etis di seluruh dunia, serta wadah pengetahuan yang dihasilkan dari penerapan Rekomendasi ini di berbagai negara.
- Forum Global tentang Etika AI (Global Forum on Ethics of AI): Sebuah acara tahunan tingkat tinggi untuk memajukan pengetahuan terkini mengenai tantangan yang ditimbulkan oleh teknologi AI, serta memfasilitasi proses saling belajar antarpemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya.
- Jaringan Pakar Etika AI Lintas Negara (AI Ethics Experts Without Borders (AIEB)): Jaringan tenaga ahli fleksibel yang dapat ditempatkan di Negara-Negara Anggota berdasarkan kebutuhan untuk membantu penerapan Rekomendasi serta penggunaan alat-alat peningkatan kapasitas.
- Jaringan Perempuan untuk Etika AI (Women for AI Ethics (W4AIEthics)): Sebuah platform bagi para pemimpin perempuan berpengaruh di industri, pemerintah, dan masyarakat sipil, yang mendorong transformasi menuju kesetaraan gender di dalam dan melalui AI. (Sumber: UNESDOC/UNESCO)