Indonesia-UN Consultative Forum Plenary 2025 - Resident Coordinator's Speech, Gita Sabharwal
-----
Merupakan kehormatan bagi saya untuk bergabung dalam tradisi panjang IUNCF yang dipimpin oleh Kementerian Luar Negeri — sebuah platform yang mempertemukan Pemerintah dan sistem PBB untuk melakukan refleksi dan menyusun strategi, guna memperkuat kepemimpinan Indonesia di panggung global.
Platform ini sangat penting bagi PBB untuk mempertajam dan menata kembali dukungan kebijakan dan teknis kami, memastikan seluruh kerja kami selaras dengan prioritas pembangunan nasional — disampaikan dengan kejelasan, ambisi, dan melalui kemitraan yang bermakna.
Faktanya, forum ini menjadi model bagi negara-negara anggota dalam membangun kolaborasi yang efektif antara Pemerintah dan PBB — sebuah kolaborasi yang tidak kami anggap remeh di tengah momen krusial bagi multilateralisme.
Pada Sidang Umum PBB, Presiden Prabowo menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap multilateralisme sebagai jalan menuju kemakmuran bersama dan kesetaraan yang lebih besar.
Kepemimpinan beliau yang berani dan visioner menjadi mercusuar bagi perdamaian dan pembangunan berkelanjutan — memperkuat tatanan global berbasis hak asasi manusia, sebagaimana tercermin dalam peran aktif Indonesia di Dewan HAM.
Indonesia memimpin melalui keteladanan — muncul sebagai role model bagi negara-negara di kawasan dan di luar kawasan.
NDC terbaru tetap menunjukkan ambisi iklim yang kuat, menargetkan penurunan emisi sebesar 20% pada 2030, diikuti penurunan absolut — tingkat ambisi yang sangat penting bagi negara-negara besar seperti Indonesia.
Sama pentingnya adalah kepemimpinan Indonesia dalam Food Systems Summit, yang mendorong kemajuan nyata melalui pertanian cerdas iklim yang digerakkan oleh inovasi anak muda.
Inisiatif Indonesia untuk mengintegrasikan pembiayaan berbasis keagamaan dalam Financing for Development Conference menunjukkan pandangan jauh ke depan dalam menutup kesenjangan pembiayaan SDGs.
Awal bulan ini, pada World Social Development Summit, Indonesia menunjukkan kebijakan perlindungan sosial adaptif yang berfokus pada memastikan tidak ada yang tertinggal.
Inilah wujud nyata dari sebuah kepemimpinan.
Negara-negara anggota mengakui ini, dan kini menantikan kontribusi kepemimpinan Indonesia yang lebih besar di tingkat global.
Bukti lainnya adalah terpilihnya Indonesia ke dalam UN Board of Auditors untuk pertama kalinya — menggantikan posisi Tiongkok — sebuah pencapaian bersejarah.
PBB akan berdiri teguh di sisi Indonesia saat negara ini menjalankan peran kepemimpinan tersebut.
Kami akan melakukannya dengan bekerja melalui sistem dan program nasional, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk menghadirkan dampak berskala besar dan menjembatani kesenjangan pembangunan.
Di Jawa, kami meningkatkan penerapan sustainability-linked bonds untuk mempercepat pencapaian SDGs sambil memperkenalkan teknologi bersih yang meningkatkan hasil bagi komunitas petani dan nelayan.
Di Indonesia Timur, melalui kemitraan dengan Bappenas, kami berinvestasi dalam model terintegrasi MBG di daerah terpencil — berdasarkan bukti global bahwa setiap satu dolar yang diinvestasikan dalam gizi menghasilkan hingga 23 dolar manfaat ekonomi.
PBB juga akan memanfaatkan teknologi digital — termasuk big data dan AI — untuk mempercepat investasi pada modal manusia.
Di negara dengan bobot demografis signifikan dan akses internet hampir universal, teknologi ini menjadi pendorong kuat — membuka lapangan kerja dan memperluas perdagangan, sebagaimana disorot dalam e-trade readiness assessment UNCTAD.
Fintech, yang dipimpin oleh startup-startup dinamis, mendorong inklusi keuangan, terlihat dari meluasnya penggunaan QRIS dan dompet digital.
Sejalan dengan itu, kami bermitra dengan lebih dari 7.000 UMKM, sebagian besar dipimpin perempuan, untuk mengembangkan keterampilan dan memperkuat ketahanan keuangan.
Kami juga telah melihat contoh menjanjikan dari Koperasi Petani Bandung Selatan. Sebanyak 5.000 anggotanya telah mengadopsi aplikasi daring untuk perencanaan sumber daya perusahaan (ERP) guna mendigitalisasi pembayaran, termasuk layanan kesehatan hewan, yang didukung ILO dan terhubung dengan MBG.
Kami akan meningkatkan keterlibatan dalam Kerja Sama Selatan-Selatan bekerja sama dengan Indonesia AID untuk memanfaatkan kepemimpinan Indonesia dan berbagi pengalaman serta keahlian ke kawasan dan lebih luas lagi.
Hal ini berarti bergerak dari proyek-proyek satu kali ke keterlibatan yang berkelanjutan, sepenuhnya selaras dengan Grand Design Kerja Sama Pembangunan Internasional yang akan datang.
Ini juga berarti memanfaatkan keunggulan komparatif PBB untuk membuka terobosan baru dan memastikan bahwa Kerja Sama Selatan-Selatan berakar kuat pada prioritas nasional negara mitra.
Kita melihat bagaimana kerjanya, misalnya melalui kolaborasi untuk memajukan ekonomi kreatif di ASEAN yang didukung UN DESA — berbagi model inovatif yang menciptakan lapangan kerja, memberdayakan kaum muda, dan memperkuat industri budaya di tingkat regional.
Kami akan melanjutkan kesuksesan bersama dalam memobilisasi hampir USD 13 miliar melalui SDG bonds, blue bonds, dan green sukuk untuk memperluas pembiayaan inovatif di seluruh kerja PBB.
Ini termasuk mendorong model baru untuk pasar karbon berkualitas tinggi dan pembayaran berbasis hasil, dengan mekanisme jelas untuk memastikan manfaat dirasakan oleh masyarakat lokal.
Kami juga akan mendukung mekanisme de-risking dan memperdalam keterlibatan dengan keuangan sosial Islam, sambil memperkuat sistem pengukuran, pelaporan, dan verifikasi untuk membuka akses modal swasta dalam skala besar.
PBB akan terlihat berbeda saat UN80 dijalankan.
Perubahannya mencakup penggabungan lembaga untuk menghadirkan keahlian terpadu, penataan ulang Country Team, serta penguatan kapasitas regional untuk memobilisasi keahlian sesuai permintaan.
Di Indonesia, kami telah mencapai tingkat pertama efisiensi — lebih dari 56% — yang berarti lebih banyak sumber daya kini dapat dialokasikan untuk program.
PBB di masa depan akan lebih ramping, gesit, dan terhubung — karena itulah yang dibutuhkan dunia.
Ke depan, kami akan terus melihat pada Indonesia, karena kepemimpinan Anda sangat penting bagi transformasi ini.
Optimalisasi Tim Negara PBB akan membentuk masa depan PBB Indonesia, didukung oleh Kerangka Kerja Sama kami yang dikembangkan bersama Pemerintah.
Terima kasih, Bapak Duta Besar Tri, atas kepemimpinan, panduan, dan dukungan Anda sepanjang tahun, serta atas kemitraan yang semakin kuat antara tim Anda dan lembaga-lembaga PBB.
Terima kasih