Bapak Suminto, Direktur Jenderal Kementerian Keuangan RI
Perwakilan Bappenas, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM, Kementerian Dalam Negeri, Bank BTN.
Rekan-rekan saya, perwakilan dari UNDP, UNICEF, UNIDO dan UNEP
Selamat Pagi
Izinkan saya memulai dengan menyampaikan terima kasih kepada Pak Suminto dan Kementerian Keuangan atas visi dan kepemimpinan luar biasa Anda. Tanpa arahan dan kepemimpinan Anda, tidak satu pun dari capaian yang kita rayakan hari ini akan terwujud.
Visi Anda telah menempatkan Indonesia sebagai pemimpin global dalam pembiayaan inovatif untuk pembangunan berkelanjutan, baik bagi negara-negara di kawasan maupun bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
SDG bonds, green sukuk, model investasi katalitik, kerangka pembiayaan berkelanjutan — semua pencapaian ini kini diakui secara internasional sebagai praktik terbaik.
Hal ini terlihat jelas pada Financing for Development Forum, di mana Indonesia memainkan peran penting dalam memastikan pembiayaan berbasis keagamaan diintegrasikan ke dalam dokumen hasil akhir.
Tonggak ini membutuhkan advokasi signifikan dengan negara-negara anggota.
Hari ini, kita menandai penutupan resmi Programme Bersama ASSIST, yang telah mengubah cara Indonesia membiayai dan melaksanakan agenda SDGs.
Melalui program ini, fondasi telah dibangun untuk membuka jalan menuju era baru pembiayaan inovatif di Indonesia.
PBB bangga dapat mendukung upaya ini.
Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada UNDP, UNICEF, UNIDO, dan UNEP atas keahlian teknis mendalam yang telah diberikan dalam pengembangan thematic bonds, keuangan syariah, investasi berdampak, dan penguatan praktik ESG.
Bekerja sama dengan Pemerintah, PBB telah menunjukkan peran uniknya dalam memberikan dukungan teknis, dengan setiap lembaga mengerahkan keunggulan komparatifnya masing-masing.
Yang sama pentingnya adalah hasil nyata yang telah dicapai ASSIST bagi jutaan masyarakat di seluruh Indonesia, terutama kelompok yang paling rentan.
Hal ini dimungkinkan melalui mobilisasi lebih dari USD 6,7 miliar dalam thematic bonds.
Sebagai contoh, hasil dari SDG bond memberikan manfaat bagi komunitas kurang mampu di seluruh negeri:
30 juta dosis vaksin diberikan untuk imunisasi dasar anak-anak.
20 juta siswa sekolah dasar dan 1 juta siswa madrasah menerima beasiswa.
3 juta keluarga prasejahtera memperoleh akses layanan dasar esensial.
Hampir setengah juta petani menerima dukungan untuk biofortifikasi.
Ke depan, PBB tetap berkomitmen mendukung kepemimpinan Indonesia dalam pembiayaan inovatif melalui empat jalur:
Pertama, kami akan membawa pembiayaan inovatif ke tingkat subnasional melalui obligasi daerah, sukuk berbasis kepemilikan lokal, serta instrumen yang terkait dengan keberlanjutan.
Inisiatif ini akan memungkinkan provinsi dan kota mengakses modal berkelanjutan untuk infrastruktur yang tahan terhadap perubahan iklim.
ASSIST telah mengidentifikasi delapan provinsi, termasuk DKI Jakarta, yang memiliki ruang fiskal paling layak.
Kami menantikan kemitraan dengan Anda untuk melanjutkan dialog ini dengan pemerintah provinsi.
Kementerian Keuangan adalah aset terkuat kami dalam upaya ini, dan kami berterima kasih atas kemitraan Anda.
Kedua, kami akan meningkatkan kerja pada pembiayaan berkelanjutan dengan mendorong penerapan lebih luas Prinsip Perbankan Bertanggung Jawab PBB bersama Danantara, perbankan nasional, dan para pelaku keuangan lainnya.
Empat bank nasional telah mengadopsi prinsip ini, mewakili lebih dari 28% aset perbankan Indonesia.
Setiap peningkatan satu poin persentase dalam investasi berorientasi ESG dapat membuka tambahan USD 1,23 miliar untuk transformasi hijau Indonesia.
Ketiga, kami akan memperkuat kepemimpinan Indonesia dalam keuangan syariah, mendukung instrumen yang memanfaatkan zakat, wakaf, dan keuangan sosial Islam untuk kesejahteraan anak, pemberdayaan perempuan, dan aksi iklim.
Inisiatif ini membangun keberhasilan ASSIST di Aceh yang berhasil memanfaatkan hampir USD 14 juta zakat untuk layanan yang berfokus pada anak.
Model ini ingin kami replikasi dan perluas secara nasional.
Keempat, bersama Kementerian Keuangan dan Indonesia AID, kami akan meningkatkan keahlian Indonesia dalam blended finance ke tingkat global.
Modul pelatihan untuk thematic bond sedang dikembangkan guna mendukung Kerja Sama Selatan-Selatan dengan negara-negara di Asia, Afrika, dan Pasifik.
Ini akan memperkuat kepemimpinan Indonesia sebagai model pembangunan berkelanjutan di panggung global.
Para mitra dan kolega, meskipun ASSIST secara resmi ditutup hari ini, warisannya akan terus hidup selama bertahun-tahun.
Warisannya akan terwujud melalui institusi yang lebih kuat, instrumen keuangan baru, dan UMKM yang lebih berdaya.
Warisannya juga akan hadir dalam kapasitas Indonesia membuka modal swasta dalam skala yang dibutuhkan untuk mencapai SDGs tepat waktu.
Terima kasih atas dukungan, kemitraan, dan kepemimpinan Anda.
Terima kasih