Tanah Longsor - Definisi dan Fakta-faktanya
Definisi
Istilah “landslide” atau tanah longsor mengacu pada berbagai proses yang menyebabkan pergerakan material pembentuk lereng secara menurun dan menyebar ke luar, termasuk batuan, tanah, timbunan buatan, atau kombinasi dari semuanya. Material dapat bergerak melalui mekanisme jatuh, menimpa (toppling), meluncur (sliding), menyebar (spreading), atau mengalir (flowing) (UNDRR).
Tanah longsor adalah pergerakan material berupa batuan atau tanah, atau keduanya, menuruni lereng pada suatu bidang gelincir, baik yang melengkung (longsor rotasional) maupun yang datar (longsor translasi). Pada banyak kasus, sebagian besar material bergerak sebagai massa yang relatif koheren dengan sedikit deformasi internal (USGS).
Fakta dan Angka
Menurut International Disaster Database dari Centre for Research on the Epidemiology of Disasters, sepanjang 2000–2014, sebanyak 26.000 orang meninggal dunia akibat longsor dan banjir bandang, dengan kerugian ekonomi mencapai lebih dari USD 40 miliar (OFDA/CRED).
Tanah longsor dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis pergerakan dan jenis material yang terlibat. Secara ringkas, material longsor berupa batuan atau tanah (atau keduanya): tanah disebut earth jika terutama terdiri atas partikel berukuran pasir atau lebih halus, dan debris jika terdiri atas fragmen kasar.
Jenis pergerakan menggambarkan mekanisme internal bagaimana massa longsor berpindah: jatuh (fall), menimpa (topple), meluncur (slide), menyebar (spread), atau mengalir (flow). Dengan demikian, longsor dijelaskan menggunakan dua istilah yang merujuk pada material dan pergerakannya, misalnya: rockfall, debris flow, dan lain-lain. Longsor juga dapat berbentuk kegagalan kompleks yang mencakup lebih dari satu jenis pergerakan, misalnya rock slide sekaligus debris flow (USGS).
Faktor utama yang menggerakkan longsor adalah gaya gravitasi yang bekerja pada bagian lereng yang tidak lagi berada dalam kondisi setimbang. Beberapa mekanisme pemicu longsor yang utama antara lain:
- Erosi sungai, gletser, atau gelombang laut
- Pelemahan sifat batuan dan tanah akibat kejenuhan air dari pencairan salju atau hujan lebat
- Tegangan, regangan, dan tekanan pori berlebih akibat gaya inersia selama gempa bumi (gempa bermagnitudo ≥4,0 dapat memicu longsor)
- Letusan gunung api yang menghasilkan endapan abu lepas yang dapat berubah menjadi aliran material (lahar) saat hujan deras
- Penimbunan batuan atau bijih, tumpukan limbah, atau struktur buatan
- Perubahan topografi alami akibat aktivitas manusia (UNDRR).
Informasi lebih lanjut
- Global Landslide Hazard Assessment Model (LHASA)
- The Landslide Handbook - A Guide to Understanding Landslides
- Landslide Hazard and Risk Assessment
Bagian artikel ini awalnya diterbitkan oleh United Nations Platform for Space-based Information for Disaster Management and Emergency Response (UN-SPIDER), yang dapat diakses melalui tautan berikut: https://www.un-spider.org/category/disaster-type/landslide