Cerita
29 Juni 2026
Kenalan dengan Para Perempuan Pemimpin, dan Rasakan Sehari Menjadi Mereka!
Kamu sudah membawa perubahan di komunitasmu. Kini saatnya melihat bagaimana perubahan itu diwujudkan dari meja para pengambil keputusan.CEO for a Day adalah kesempatan istimewa bagi perempuan muda dari seluruh Indonesia untuk mendampingi (shadowing) para pemimpin perempuan inspiratif di Indonesia, mulai dari CEO dan eksekutif perusahaan hingga Kepala Badan PBB.Jika kamu berusia 18–25 tahun dan telah mengambil aksi nyata untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), baik melalui kegiatan sukarela, aksi iklim, pendidikan, kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat, advokasi, inovasi, atau inisiatif lain yang membawa dampak positif, kami ingin mendengar kisahmu.Kirimkan video singkat tentang perjalananmu. Jika terpilih, kamu akan menghabiskan satu hari bersama seorang pemimpin perempuan, menyaksikan langsung bagaimana kepemimpinan dijalankan di balik layar, mengikuti berbagai pertemuan, mempelajari proses pengambilan keputusan penting, serta berdiskusi secara terbuka mengenai tantangan, peluang, dan makna menjadi seorang pemimpin. Kenalan dengan para perempuan pemimpin! Aparna Saxena CEO, AHANA Aparna Bhatnagar Saxena adalah seorang feminis, advokat, vegan, pegiat lingkungan, dan pembelajar sepanjang hayat. Ia merupakan pendiri AHANA, sebuah ekosistem yang menghadirkan berbagai merek artisan dan etis untuk mendorong gaya hidup konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Ia juga menjabat sebagai CEO NOTIME TOWASTE, laboratorium desain sirkular yang mengembangkan material inovatif dari limbah guna mendukung ekonomi sirkular dan solusi desain berkelanjutan.Aparna juga merupakan salah satu pendiri Vriksh Impact Partners, perusahaan investasi dan konsultasi berbasis dampak di India yang mendukung bisnis tahap awal, khususnya usaha yang dipimpin perempuan dan berbasis nabati. Selain itu, ia mendampingi berbagai perusahaan di India dalam menyusun dan menerapkan strategi Environmental, Social, and Governance (ESG).Sebagai Indonesia Lead untuk Asia Start-up Network, Aparna berperan membangun ekosistem yang mendukung para wirausaha dan pelaku bisnis di kawasan ASEAN. Ia aktif menjadi mentor bagi pendiri startup perempuan dan wirausaha berdampak sosial di Asia Pasifik dalam bidang kepemimpinan, pengelolaan usaha, ESG, serta membangun ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan.Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang logistik, e-commerce, dan bisnis berdampak, Aparna pernah tinggal di empat negara di Asia dan memiliki pemahaman mendalam tentang budaya, pasar, serta ekosistem kewirausahaan di kawasan ini.Aparna merupakan lulusan Teknik Mesin dan meraih gelar MBA di bidang Manufaktur dan Operasi. Atas kiprahnya, ia telah menerima berbagai penghargaan, termasuk UN Women WEPs Awards dan Don Norman Design Award. Donna Priadi Managing Director, AmCham Donna Priadi adalah profesional Public Affairs berpengalaman dengan lebih dari 30 tahun kiprah di bidang kebijakan publik, hubungan pemerintah, komunikasi strategis, dan manajemen proyek. Sebagai mantan Country Director Indonesia di Vriens & Partners serta Director of Corporate & Government Affairs di General Electric (GE) Indonesia, ia memimpin strategi regulasi, advokasi, dan keterlibatan pemangku kepentingan di berbagai sektor industri.Sebelumnya, Donna juga memegang posisi kepemimpinan di BP, Pertamina Hulu Energi, dan GE, dengan mengintegrasikan hubungan pemerintah, hubungan masyarakat, serta advokasi kebijakan untuk menyelaraskan tujuan bisnis dengan dinamika regulasi yang kompleks.Di luar karier profesionalnya, Donna mendirikan KIND Denim, sebuah usaha fesyen berkelanjutan yang mengangkat produk denim ramah lingkungan sekaligus mempromosikan karya pengrajin Indonesia. Ia juga aktif mendukung pemberdayaan perempuan melalui berbagai organisasi yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan perempuan.Donna meraih gelar Sarjana Arsitektur dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan gelar MBA dengan predikat kehormatan dari University of San Francisco. Atas kontribusinya, ia menerima berbagai penghargaan, termasuk GE Global Pinnacle Award dan Asia Pacific Communications Award.Selain berkarier di dunia profesional, Donna juga merupakan atlet ketahanan (endurance athlete). Ia telah menyelesaikan enam ajang World Marathon Majors serta triathlon Ironman 70.3. Semangatnya dalam kepemimpinan, kolaborasi, dan menciptakan dampak positif terus menginspirasi serta menjembatani dunia industri, kebijakan publik, dan masyarakat. Elim SritabaChief Sustainability Officer, APP Group Elim Sritaba adalah Chief Sustainability Officer di APP Group, salah satu perusahaan global terkemuka di bidang kehutanan, pulp, dan kertas. Sejak 2013, ia memimpin implementasi Forest Conservation Policy (FCP) di Sinar Mas Forestry. Sebelumnya, sebagai Director of Strategic Corporate Relations & Human Resources di Sinar Mas Forestry, ia bertanggung jawab atas strategi komunikasi, hubungan dengan pemerintah, serta pengelolaan keberlanjutan di tiga divisi utama perusahaan.Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang keuangan, kehutanan, manajemen rantai pasok, dan strategi bisnis, Elim aktif berperan di berbagai dewan dan komite strategis. Selain menjadi anggota dewan Indonesia Global Compact Network (IGCN), ia juga mendukung inisiatif G20 EMPOWER dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan kesempatan yang setara.Baru-baru ini, Elim ditunjuk sebagai Wakil Ketua Bidang Tata Kelola Keberlanjutan dan Bisnis Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia untuk periode 2024–2029. Ia juga berkontribusi di berbagai badan penasihat dan eksekutif, termasuk ASEAN Investment Framework Advisory Committee, Komite SDGs APINDO, Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), serta Advisory Board ASEAN Innovation Business Platform. Emmeline HambaliDirector of Shared Service, Dynapack Asia Emmeline Hambali adalah seorang pemimpin di tingkat dewan dan eksekutif dengan pengalaman lebih dari dua dekade di Dynapack Asia, perusahaan kemasan plastik kaku yang beroperasi di berbagai negara di Asia. Ia memimpin berbagai fungsi strategis perusahaan, meliputi Sumber Daya Manusia, Rantai Pasok, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Teknologi Informasi, serta tata kelola Keberlanjutan dan ESG (Environmental, Social, and Governance).Dengan pengalaman dalam tata kelola perusahaan, transformasi bisnis, dan kepemimpinan lintas fungsi, Emmeline berperan penting dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia, sistem organisasi, ketahanan rantai pasok, serta tata kelola perusahaan di kawasan Asia Pasifik. Kepemimpinannya berfokus pada peningkatan keunggulan operasional, penerapan praktik bisnis berkelanjutan, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi perusahaan serta para pemangku kepentingan. Gita Sabharwal Kepala Perwakilan PBB di Indonesia Gita Sabharwal dari India ditunjuk sebagai Kepala Perwakilan PBB di Indonesia dengan persetujuan dari Pemerintah Indonesia. Beliau memimpin 27 lembaga PBB di bawah Tim Negara PBB untuk mempercepat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui kemitraan dengan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil. Ibu Sabharwal memiliki pengalaman hampir 30 tahun dalam pembangunan yang mendukung transisi iklim, perdamaian yang berkelanjutan, tata kelola pemerintahan, dan kebijakan sosial, serta memanfaatkan teknologi digital dan data untuk mempercepat pencapaian SDG.
Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Kepala Perwakilan PBB di Thailand dan sebagai Penasihat Pembangunan Perdamaian dan Pembangunan di Perserikatan Bangsa-Bangsa di Sri Lanka. Sebelum bergabung dengan PBB, Ibu Sabharwal adalah Wakil Perwakilan The Asia Foundation untuk Maladewa dan Sri Lanka dan pernah menjabat sebagai Penasihat Kemiskinan dan Kebijakan untuk Departemen Pembangunan Internasional Inggris (DFID) di India dan Viet Nam.
Gita Sabharwal meraih gelar Master di bidang Manajemen Pembangunan dari University of Wales, Inggris. Indri Pramitaswari (Mita) Guritno Senior Partner, HHP Law Firm Indri Pramitaswari (“Mita”) Guritno merupakan pakar di bidang pembiayaan proyek, restrukturisasi utang, pembiayaan terstruktur, dan transaksi perbankan. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, ia telah mendampingi berbagai pihak, baik debitur maupun kreditur, dalam berbagai skema pembiayaan, termasuk pembiayaan proyek, properti, akuisisi, perdagangan, hingga keuangan syariah.Mita memiliki pengalaman luas dalam menangani transaksi lintas negara yang melibatkan berbagai yurisdiksi, mencakup sektor perbankan, pasar modal, pertambangan, properti, sumber daya alam, dan hukum korporasi. Selama kariernya, ia memimpin berbagai transaksi strategis dan dikenal sebagai salah satu pengacara terkemuka di bidang perbankan dan keuangan di Indonesia.Di luar profesinya sebagai praktisi hukum, Mita aktif di berbagai organisasi. Ia menjabat sebagai Vice President for Governance Partnership and Policy Advocacy di UN Global Compact Network Indonesia (IGCN). Pada 2021, ia juga dipercaya sebagai Indonesian Advocate for G20 EMPOWER, aliansi sektor swasta yang mendorong pemberdayaan ekonomi dan kepemimpinan perempuan.Atas kiprahnya, Mita secara konsisten masuk dalam jajaran pengacara terbaik versi Chambers, The Legal 500, IFLR1000, Asia Business Law Journal, dan berbagai publikasi hukum internasional lainnya. Penghargaan terbarunya antara lain Band 1 untuk Banking & Finance versi Chambers Asia (2017–2026), Leading Individual for Banking & Finance versi The Legal 500, serta masuk dalam The 200 Club: Indonesia’s Most Influential Lawyers versi Hukumonline (2025–2026). Irma Fitria NasutionCEO, Bee Well Indonesia Irma Fitria Nasution adalah CEO Bee Well Indonesia yang memiliki keahlian di bidang manajemen ekonomi, kepemimpinan eksekutif, dan pengembangan produk yang berdampak. Berbekal semangat besar terhadap pendidikan, keberlanjutan, dan kesehatan mental, Irma saat ini sedang menempuh program doktor di bidang Manajemen untuk mengembangkan model organisasi yang inovatif dan dapat diterapkan dalam skala luas.Misi utamanya adalah mengintegrasikan ketahanan (resilience), pendidikan STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika), serta praktik berkelanjutan ke dalam ekosistem sekolah di seluruh Indonesia. Seluruh inisiatif tersebut dirancang agar sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), sehingga mampu menciptakan dampak positif yang nyata bagi generasi mendatang. Juliana CenPresident Director, HP Indonesia Juliana Cen adalah President Director HP Indonesia. Sebagai pemimpin di industri teknologi dengan pengalaman lebih dari dua dekade, ia telah mendorong pertumbuhan bisnis dan inovasi di berbagai perusahaan teknologi.Di HP Indonesia, Juliana memimpin seluruh lini bisnis serta bertanggung jawab mengadaptasi inovasi global HP agar sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. Ia juga berperan penting dalam menyusun strategi pemasaran, memperkuat posisi perusahaan, serta mengintegrasikan bisnis perangkat cetak, komputer pribadi, layanan, dan solusi HP.Sebelum bergabung dengan HP, Juliana memegang berbagai posisi kepemimpinan di ASUS dan Microsoft. Di ASUS, ia berhasil mengembangkan bisnis notebook konsumen hingga meraih lebih dari separuh pangsa pasar. Sementara di Microsoft, ia membangun dan mengembangkan bisnis layanan cloud untuk segmen usaha kecil dan menengah (UKM), sekaligus meningkatkan pendapatan mitra bisnis secara signifikan.Sepanjang kariernya, Juliana telah membimbing berbagai perusahaan integrator sistem dalam membangun kemitraan solusi bernilai tinggi dan menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Gaya kepemimpinannya berlandaskan visi strategis, eksekusi yang kuat, serta komitmen untuk memberdayakan orang lain melalui keteladanan, pembinaan, dan kepedulian.Juliana juga dikenal sebagai pendukung inklusivitas, hak penyandang disabilitas, dan pemberdayaan perempuan. Sebagai individu dengan Asperger Syndrome dan ibu dari anak kembar dengan autisme, ia memegang prinsip hidup: "Jika tidak ada pintu yang terbuka untuk kita, mari kita bangun pintu kita sendiri." Maki Katsuno-Hayashikawa Direktur, Kantor Regional Multisektoral UNESCO di Jakarta, dan Perwakilan UNESCO untuk Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, dan Timor Leste Maki Katsuno-Hayashikawa memiliki pengalaman hampir 30 tahun di UNESCO, UNICEF, dan JICA, baik di tingkat global, regional, maupun negara. Beliau menjabat sebagai Direktur Kantor Regional Multisektoral UNESCO di Jakarta, dan Perwakilan UNESCO untuk Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, dan Timor Leste pada bulan Juli 2023.Sebelum penugasannya saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Divisi Pendidikan 2030 di Kantor Pusat UNESCO yang mengawasi program-program global UNESCO untuk Pendidikan Gender dan Inklusif, Pendidikan Tinggi, Pendidikan dalam Situasi Darurat, dan memimpin mekanisme koordinasi SDG4 global. Selain itu, selama tahun 2022, beliau menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Sekretariat untuk Konferensi Tingkat Tinggi Transformasi Pendidikan yang diselenggarakan oleh Sekretaris Jenderal PBB pada bulan September 2022. Maki meraih gelar Master di bidang Perencanaan Pendidikan dari Institute of Education, University College London, dan di bidang Pendidikan Anak Usia Dini dari South Australia University; serta gelar Sarjana di bidang Hubungan Internasional dari London School of Economics and Political Science. Nurmaria Sarosa Founder, PT Selaras Logistik Indonesia Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bidang transportasi, logistik, dan rantai pasok, Nurmaria Sarosa dikenal sebagai pemimpin yang mampu membangun tim berkinerja tinggi, membimbing para profesional, serta mendorong budaya belajar sepanjang hayat. Sebagai Ketua Women in Logistics and Transport (WiLAT) Indonesia, yang kini memasuki masa jabatan keduanya, ia berkomitmen memperkuat kepemimpinan perempuan dan memberdayakan generasi baru profesional di industri logistik dan transportasi.Ia juga merupakan pembicara berpengalaman yang telah mengisi berbagai konferensi, seminar, lokakarya, dan pelatihan di tingkat nasional maupun internasional. Atas kontribusinya, ia menerima penghargaan Most Outstanding Women in Financial Sector and State-Owned Enterprise dari Infobank Magazine.Selain aktif di dunia profesional, ia juga menulis buku Angin Perubahan: Catatan Kecil Tentang Pemberdayaan Perempuan Menuju Kesetaraan, yang mencerminkan komitmennya terhadap kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Ia juga menulis salah satu bab berjudul Saya Bukan Siapa-Siapa dalam buku karya 28 perempuan Indonesia di sektor logistik dan transportasi, yang mengisahkan perjalanannya dari awal yang sederhana hingga menjadi pemimpin di bidangnya. Simrin SinghDirector, Kantor Perwakilan ILO di Indonesia dan Timor-Leste Simrin Singh ditunjuk sebagai Direktur Kantor Perwakilan ILO di Indonesia dan Timor-Leste yang baru pada bulan Februari 2024. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Direktur Kantor Perwakilan ILO untuk Sri Lanka dan Maladewa selama enam tahun dari 2017 hingga 2023. Sebelumnya, Singh telah bekerja di ILO sejak tahun 2000 di Tanzania, Jenewa, Asia Selatan, dan Kantor Regional untuk Asia dan Pasifik. Singh meraih gelar Sarjana Antropologi dan Sosiologi dari Connecticut College di Amerika Serikat dan gelar Master di bidang Studi Pembangunan Internasional dari George Washington University, Amerika Serikat. Ulziisuren JamsranPerwakilan UN Women di Indonesia Ulziisuren Jamsran mulai menjabat sebagai Perwakilan UN Women di Republik Indonesia dan penghubung untuk ASEAN sejak awal Januari. Sebelumnya, ia pernah bertugas sebagai Perwakilan di Republik Kirgizstan (juga mencakup Tajikistan dan Uzbekistan), Perwakilan Khusus di Palestina, serta Perwakilan di Moldova yang juga mencakup Ukraina sebagai kantor program.
Sebagai profesional pembangunan asal Mongolia yang berpengalaman, Ulziisuren memiliki 30 tahun pengalaman praktis yang luas. Selama 25 tahun di antaranya, ia telah memimpin program-program strategis dan inovatif, mengembangkan kemitraan, serta memegang peran kepemimpinan di tingkat internasional, khususnya dalam bidang pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan (GEWE).
Ia pernah bekerja di UNDP, UNIFEM, dan UN Women, serta pernah menjabat di Pemerintah Mongolia. Ulziisuren juga telah mendukung tim PBB di Azerbaijan, Armenia, Sudan Selatan, dan Sri Lanka melalui berbagai misi jangka pendek.
Ulziisuren adalah alumnus dari HEC Paris, University of Oxford, dan Universitas Negeri Mongolia, dengan latar belakang di bidang Kepemimpinan Adaptif dan Ekonomi. Ia fasih berbahasa Inggris dan Rusia, serta telah menikah dan memiliki dua anak. Verlyana HitipeuwCEO & Chief Consultant, Kiroyan Partners Verlyana "Veve" Hitipeuw adalah CEO & Chief Consultant Kiroyan Partners, salah satu perusahaan konsultan komunikasi strategis dan urusan publik terkemuka di Indonesia, sekaligus Managing Partner KREAB Indonesia.Dengan pengalaman luas di bidang komunikasi strategis, urusan publik, keterlibatan pemangku kepentingan, dan pengelolaan reputasi perusahaan, Veve telah mendampingi berbagai perusahaan dan organisasi dari beragam sektor. Ia mengawali kariernya di bidang pengembangan media bersama Friedrich-Ebert-Stiftung, kemudian memperluas pengalaman internasionalnya di Deutsche Welle, Jerman. Veve bergabung dengan Kiroyan Partners pada 2014. Setelah memegang berbagai posisi kepemimpinan di sektor korporasi dan konsultan, ia dipercaya menjadi CEO Kiroyan Partners pada 2020.Sejak 2017, Veve juga mengajar di Swiss German University, dengan mata kuliah manajemen reputasi, komunikasi strategis, dan public speaking. Ia meraih gelar sarjana dari Universitas Indonesia serta gelar magister di bidang International Media Studies di Jerman melalui beasiswa DAAD dan Deutsche Welle Academy.Di luar perannya sebagai konsultan, Veve menjabat sebagai Co-Chair Business Integrity Committee di ICC Indonesia dan pernah menjadi Indonesia G20 EMPOWER Advocate. Ia dikenal sebagai pendukung kuat praktik bisnis yang berintegritas, keberlanjutan, dan kepemimpinan perempuan.
Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Kepala Perwakilan PBB di Thailand dan sebagai Penasihat Pembangunan Perdamaian dan Pembangunan di Perserikatan Bangsa-Bangsa di Sri Lanka. Sebelum bergabung dengan PBB, Ibu Sabharwal adalah Wakil Perwakilan The Asia Foundation untuk Maladewa dan Sri Lanka dan pernah menjabat sebagai Penasihat Kemiskinan dan Kebijakan untuk Departemen Pembangunan Internasional Inggris (DFID) di India dan Viet Nam.
Gita Sabharwal meraih gelar Master di bidang Manajemen Pembangunan dari University of Wales, Inggris. Indri Pramitaswari (Mita) Guritno Senior Partner, HHP Law Firm Indri Pramitaswari (“Mita”) Guritno merupakan pakar di bidang pembiayaan proyek, restrukturisasi utang, pembiayaan terstruktur, dan transaksi perbankan. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, ia telah mendampingi berbagai pihak, baik debitur maupun kreditur, dalam berbagai skema pembiayaan, termasuk pembiayaan proyek, properti, akuisisi, perdagangan, hingga keuangan syariah.Mita memiliki pengalaman luas dalam menangani transaksi lintas negara yang melibatkan berbagai yurisdiksi, mencakup sektor perbankan, pasar modal, pertambangan, properti, sumber daya alam, dan hukum korporasi. Selama kariernya, ia memimpin berbagai transaksi strategis dan dikenal sebagai salah satu pengacara terkemuka di bidang perbankan dan keuangan di Indonesia.Di luar profesinya sebagai praktisi hukum, Mita aktif di berbagai organisasi. Ia menjabat sebagai Vice President for Governance Partnership and Policy Advocacy di UN Global Compact Network Indonesia (IGCN). Pada 2021, ia juga dipercaya sebagai Indonesian Advocate for G20 EMPOWER, aliansi sektor swasta yang mendorong pemberdayaan ekonomi dan kepemimpinan perempuan.Atas kiprahnya, Mita secara konsisten masuk dalam jajaran pengacara terbaik versi Chambers, The Legal 500, IFLR1000, Asia Business Law Journal, dan berbagai publikasi hukum internasional lainnya. Penghargaan terbarunya antara lain Band 1 untuk Banking & Finance versi Chambers Asia (2017–2026), Leading Individual for Banking & Finance versi The Legal 500, serta masuk dalam The 200 Club: Indonesia’s Most Influential Lawyers versi Hukumonline (2025–2026). Irma Fitria NasutionCEO, Bee Well Indonesia Irma Fitria Nasution adalah CEO Bee Well Indonesia yang memiliki keahlian di bidang manajemen ekonomi, kepemimpinan eksekutif, dan pengembangan produk yang berdampak. Berbekal semangat besar terhadap pendidikan, keberlanjutan, dan kesehatan mental, Irma saat ini sedang menempuh program doktor di bidang Manajemen untuk mengembangkan model organisasi yang inovatif dan dapat diterapkan dalam skala luas.Misi utamanya adalah mengintegrasikan ketahanan (resilience), pendidikan STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika), serta praktik berkelanjutan ke dalam ekosistem sekolah di seluruh Indonesia. Seluruh inisiatif tersebut dirancang agar sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), sehingga mampu menciptakan dampak positif yang nyata bagi generasi mendatang. Juliana CenPresident Director, HP Indonesia Juliana Cen adalah President Director HP Indonesia. Sebagai pemimpin di industri teknologi dengan pengalaman lebih dari dua dekade, ia telah mendorong pertumbuhan bisnis dan inovasi di berbagai perusahaan teknologi.Di HP Indonesia, Juliana memimpin seluruh lini bisnis serta bertanggung jawab mengadaptasi inovasi global HP agar sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. Ia juga berperan penting dalam menyusun strategi pemasaran, memperkuat posisi perusahaan, serta mengintegrasikan bisnis perangkat cetak, komputer pribadi, layanan, dan solusi HP.Sebelum bergabung dengan HP, Juliana memegang berbagai posisi kepemimpinan di ASUS dan Microsoft. Di ASUS, ia berhasil mengembangkan bisnis notebook konsumen hingga meraih lebih dari separuh pangsa pasar. Sementara di Microsoft, ia membangun dan mengembangkan bisnis layanan cloud untuk segmen usaha kecil dan menengah (UKM), sekaligus meningkatkan pendapatan mitra bisnis secara signifikan.Sepanjang kariernya, Juliana telah membimbing berbagai perusahaan integrator sistem dalam membangun kemitraan solusi bernilai tinggi dan menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Gaya kepemimpinannya berlandaskan visi strategis, eksekusi yang kuat, serta komitmen untuk memberdayakan orang lain melalui keteladanan, pembinaan, dan kepedulian.Juliana juga dikenal sebagai pendukung inklusivitas, hak penyandang disabilitas, dan pemberdayaan perempuan. Sebagai individu dengan Asperger Syndrome dan ibu dari anak kembar dengan autisme, ia memegang prinsip hidup: "Jika tidak ada pintu yang terbuka untuk kita, mari kita bangun pintu kita sendiri." Maki Katsuno-Hayashikawa Direktur, Kantor Regional Multisektoral UNESCO di Jakarta, dan Perwakilan UNESCO untuk Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, dan Timor Leste Maki Katsuno-Hayashikawa memiliki pengalaman hampir 30 tahun di UNESCO, UNICEF, dan JICA, baik di tingkat global, regional, maupun negara. Beliau menjabat sebagai Direktur Kantor Regional Multisektoral UNESCO di Jakarta, dan Perwakilan UNESCO untuk Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, dan Timor Leste pada bulan Juli 2023.Sebelum penugasannya saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Divisi Pendidikan 2030 di Kantor Pusat UNESCO yang mengawasi program-program global UNESCO untuk Pendidikan Gender dan Inklusif, Pendidikan Tinggi, Pendidikan dalam Situasi Darurat, dan memimpin mekanisme koordinasi SDG4 global. Selain itu, selama tahun 2022, beliau menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Sekretariat untuk Konferensi Tingkat Tinggi Transformasi Pendidikan yang diselenggarakan oleh Sekretaris Jenderal PBB pada bulan September 2022. Maki meraih gelar Master di bidang Perencanaan Pendidikan dari Institute of Education, University College London, dan di bidang Pendidikan Anak Usia Dini dari South Australia University; serta gelar Sarjana di bidang Hubungan Internasional dari London School of Economics and Political Science. Nurmaria Sarosa Founder, PT Selaras Logistik Indonesia Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bidang transportasi, logistik, dan rantai pasok, Nurmaria Sarosa dikenal sebagai pemimpin yang mampu membangun tim berkinerja tinggi, membimbing para profesional, serta mendorong budaya belajar sepanjang hayat. Sebagai Ketua Women in Logistics and Transport (WiLAT) Indonesia, yang kini memasuki masa jabatan keduanya, ia berkomitmen memperkuat kepemimpinan perempuan dan memberdayakan generasi baru profesional di industri logistik dan transportasi.Ia juga merupakan pembicara berpengalaman yang telah mengisi berbagai konferensi, seminar, lokakarya, dan pelatihan di tingkat nasional maupun internasional. Atas kontribusinya, ia menerima penghargaan Most Outstanding Women in Financial Sector and State-Owned Enterprise dari Infobank Magazine.Selain aktif di dunia profesional, ia juga menulis buku Angin Perubahan: Catatan Kecil Tentang Pemberdayaan Perempuan Menuju Kesetaraan, yang mencerminkan komitmennya terhadap kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Ia juga menulis salah satu bab berjudul Saya Bukan Siapa-Siapa dalam buku karya 28 perempuan Indonesia di sektor logistik dan transportasi, yang mengisahkan perjalanannya dari awal yang sederhana hingga menjadi pemimpin di bidangnya. Simrin SinghDirector, Kantor Perwakilan ILO di Indonesia dan Timor-Leste Simrin Singh ditunjuk sebagai Direktur Kantor Perwakilan ILO di Indonesia dan Timor-Leste yang baru pada bulan Februari 2024. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Direktur Kantor Perwakilan ILO untuk Sri Lanka dan Maladewa selama enam tahun dari 2017 hingga 2023. Sebelumnya, Singh telah bekerja di ILO sejak tahun 2000 di Tanzania, Jenewa, Asia Selatan, dan Kantor Regional untuk Asia dan Pasifik. Singh meraih gelar Sarjana Antropologi dan Sosiologi dari Connecticut College di Amerika Serikat dan gelar Master di bidang Studi Pembangunan Internasional dari George Washington University, Amerika Serikat. Ulziisuren JamsranPerwakilan UN Women di Indonesia Ulziisuren Jamsran mulai menjabat sebagai Perwakilan UN Women di Republik Indonesia dan penghubung untuk ASEAN sejak awal Januari. Sebelumnya, ia pernah bertugas sebagai Perwakilan di Republik Kirgizstan (juga mencakup Tajikistan dan Uzbekistan), Perwakilan Khusus di Palestina, serta Perwakilan di Moldova yang juga mencakup Ukraina sebagai kantor program.
Sebagai profesional pembangunan asal Mongolia yang berpengalaman, Ulziisuren memiliki 30 tahun pengalaman praktis yang luas. Selama 25 tahun di antaranya, ia telah memimpin program-program strategis dan inovatif, mengembangkan kemitraan, serta memegang peran kepemimpinan di tingkat internasional, khususnya dalam bidang pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan (GEWE).
Ia pernah bekerja di UNDP, UNIFEM, dan UN Women, serta pernah menjabat di Pemerintah Mongolia. Ulziisuren juga telah mendukung tim PBB di Azerbaijan, Armenia, Sudan Selatan, dan Sri Lanka melalui berbagai misi jangka pendek.
Ulziisuren adalah alumnus dari HEC Paris, University of Oxford, dan Universitas Negeri Mongolia, dengan latar belakang di bidang Kepemimpinan Adaptif dan Ekonomi. Ia fasih berbahasa Inggris dan Rusia, serta telah menikah dan memiliki dua anak. Verlyana HitipeuwCEO & Chief Consultant, Kiroyan Partners Verlyana "Veve" Hitipeuw adalah CEO & Chief Consultant Kiroyan Partners, salah satu perusahaan konsultan komunikasi strategis dan urusan publik terkemuka di Indonesia, sekaligus Managing Partner KREAB Indonesia.Dengan pengalaman luas di bidang komunikasi strategis, urusan publik, keterlibatan pemangku kepentingan, dan pengelolaan reputasi perusahaan, Veve telah mendampingi berbagai perusahaan dan organisasi dari beragam sektor. Ia mengawali kariernya di bidang pengembangan media bersama Friedrich-Ebert-Stiftung, kemudian memperluas pengalaman internasionalnya di Deutsche Welle, Jerman. Veve bergabung dengan Kiroyan Partners pada 2014. Setelah memegang berbagai posisi kepemimpinan di sektor korporasi dan konsultan, ia dipercaya menjadi CEO Kiroyan Partners pada 2020.Sejak 2017, Veve juga mengajar di Swiss German University, dengan mata kuliah manajemen reputasi, komunikasi strategis, dan public speaking. Ia meraih gelar sarjana dari Universitas Indonesia serta gelar magister di bidang International Media Studies di Jerman melalui beasiswa DAAD dan Deutsche Welle Academy.Di luar perannya sebagai konsultan, Veve menjabat sebagai Co-Chair Business Integrity Committee di ICC Indonesia dan pernah menjadi Indonesia G20 EMPOWER Advocate. Ia dikenal sebagai pendukung kuat praktik bisnis yang berintegritas, keberlanjutan, dan kepemimpinan perempuan.